BAWASLU RI LUNCURKAN IKP PILKADA 2020
|
Jakarta (25/02/2020), Bawaslu RI telah meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 untuk pemetaan dan deteksi dini potensi pelanggaran.
Dalam acara tersebut, ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, IKP Pilkada 2020 menjadi rutinitas setiap awal tahapan pilkada. Melihat banyaknya daerah yang terlibat dalam Pilkada 2020 menjadi tantangan yang berat jika tidak ada IKP.
“Ini bagian dari upaya untuk melakukan berbagai pencegahan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran. Ini early warning untuk semua stakeholder,” jelasnya.
Abhan menambahkan, kajian IKP Pilkada 2020 disusun dalam jangka waktu yang panjang karena survei yang dilakukan di 9 provinsi dan 261 kabupaten/kota. Sehingga data yang dihasilkan valid dan dapat dipertanggungjawabkan. “Data yang kami kumpulkan itu survei seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada,” jelasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Prof. K.H Ma'ruf Amin, dalam sambutannya Wakil Presiden menyampaikan :
Pemilu bukan merupakan sebuah tujuan dalam demokrasi melainkan sebuah proses. tujuan yang hakiki adalah mensejahterakan rakyat dan memajukan negara. Oleh karena itu pemilu jangan dijadikan sebagai sumber perpecahan dan melahir permusuhan apalagi sampai membuat suasana yang tidak kondusif sesama kita.
"Perbedaan itu sesuatu yang harus dihormati, perbedaan agama pun harus dihormati "lakum dinukum waliadin". Begitu juga perbedaan partai harus dihormati, kita tidak boleh bermusuhan. Sebagai sesama bangsa kita tetap bersaudara" jelasnya.
Pilkada 2020 nanti juga sudah tentu akan ada perbedaan calon kepala daerah, dan diharapkan tidak perlu dijadikan sumber perpecahan.
Indonesia merupakan negara kesepakatan, dengan demikian konsekuensinya adalah harus dijaga , dilindungi dari segala ancaman, dan kita sebagai bangsa tidak boleh menolak kesepakatan itu. Kesepakatan juga Adalah sebagai satu konsesus nasional, sehingga kita tidak boleh melanggarnya persatuan "Islam Al Misbah Al Wathon", makanya tidak boleh menciderai namun harus dihormati bagi kita semua warga Indonesia. Menyalai itu sesuatu yang mencederai (Mukhalafatul Misya).
Dalam sambutannya, Wakil Presiden mengucapkan selamat kepada Bawaslu yang telah berhasil menyusun IKP pilkada tahun 2020, diharapkan IKP ini dapat dimanfaat secara optimal untuk mengukur potensi Kerawanan pilkada serentak tahun 2020 bagi Bawaslu atau pihak lain yang berkepentingan.
Kesuksesan pemilu juga dipengaruhi adanya pengawas yang netral, profesional, dan berintegritas. Bawaslu harus mampu menjaga kepercayaan publik sebagai penjaga demokrasi dan saya sangat yakin bahwa Bawaslu pasti bisa.
"Apresiasi juga saya sampaikan kepada Bawaslu dan jajaran dalam mensukseskan Pemilu serentak 2019, diharapkan Bawaslu dapat menuntaskan tugasnya dalam melakukan pengawasan Pilkada tahun 2020, kepada pihak terkait KPU, DKPP, TNI-POLRI, para pihak terkait serta media massa, yang telah bahu membahu ikut serta mensukseskan pesta demokrasi demi untuk mensejahterakan rakyat dan kemajuan negara" tutupnya