Bawaslu Dorong Uji Petik PDPB Jadi Data Awal Pemetaan Kerawanan
|
KASONGAN — Bawaslu Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara mengikuti Sosialisasi Uji Petik dalam rangka Pemetaan Kerawanan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB), Selasa (29/9), yang dilaksanakan secara daring.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat/Pusdiklat) Bawaslu RI, Roy Maryuna Siagian.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat tata kelola data dan memperoleh data awal untuk mendukung pengembangan pemetaan kerawanan PDPB.
Roy menjelaskan, hasil uji petik PDPB tidak hanya dimanfaatkan untuk melihat kondisi data pemilih saat ini, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran dalam mengembangkan instrumen pemetaan kerawanan yang lebih relevan dengan kondisi empiris di lapangan.
“Yang kita peroleh dari kegiatan ini adalah bagaimana pembelajaran dan data awal yang dapat digunakan dalam proses pengembangan IKP 2029,” ujar Roy.
Menurutnya, pengembangan pemetaan kerawanan ke depan perlu diarahkan agar tidak hanya bersifat deskriptif terhadap kerawanan yang telah terjadi, tetapi juga mampu membaca potensi risiko yang dapat berkembang pada tahapan berikutnya.
“Kita berharap IKP ini tidak berhenti pada pertanyaan apa yang telah terjadi, tetapi kita bisa membantu juga membaca potensi risiko yang berkembang pada tahapan berikutnya,” jelasnya.
Roy menambahkan, penguatan tata kelola data menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu dilakukan secara bersama oleh jajaran Bawaslu. Proses tersebut mencakup penyusunan kajian kerawanan PDPB, penyusunan indikator pemetaan kerawanan, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan serta publikasi hasil pemetaan kerawanan.
“Kita ingin membangun suatu tata kelola data PDPB yang baik, sehingga prosesnya dapat dilakukan secara sistematis, mulai dari kajian kerawanan, penyusunan indikator, pengumpulan data, analisis hingga merilis pemetaan kerawanan,” katanya.
Terpisah, Kordiv HP2H Bawaslu Kabupaten Katingan, Usman Sitepu, kepada Humas Bawaslu KabupatenKatingan, mengatakan, bagi jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pemetaan kerawanan PDPB sekaligus memastikan hasil uji petik di lapangan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan instrumen pengawasan ke depan.
"Pengalaman dan temuan dari daerah menjadi bagian penting dalam membangun pemetaan kerawanan yang dinamis, relevan dan dapat mendukung langkah mitigasi risiko dalam pengawasan data pemilih," pungkas Usman.
Humas Bawaslu Kabupaten Katingan